Tes Tulis (7 Juni 2018)

Yup, ini dulu tes tulisnya sambil puasa. Fyi, ujian tulis untuk program Research Students terdiri dari 2 subjek : Bahasa Inggris dan Jepang. Kedua subject ini wajib dikerjakan oleh semua peserta, termasuk yang tidak bisa Bahasa Jepang, seperti saya. Saya kurang paham berapa soal untuk subject bahasa Jepang, namun untuk bahasa Inggris, isinya structure dan reading, total 50 soal yang dibagi dalam 5 bagian (I-V). Waktu pengerjaan untuk bahasa Inggris 60 menit saja, jadi bisa dikira kira ya satu soal dikerjakan berapa menit :”) 

Diatas ditulis bahwa semua peserta wajib mengikuti tes bahasa Inggris dan bahasa Jepang, termasuk yang tidak bisa bahasa Jepang. Tapi , ibu ibu staff embassy yang jaga ujian waktu itu memberitahu bahwa nilai yang akan dipakai adalah nilai yang lebih tinggi saja. Jadi, jikalau bahasa Inggris 90 dan bahasa Jepang 0, maka nilai yang dipakai adalah nilai bahasa Inggris. 

Proses persiapan 

Sebenarnya, saya sudah mempersiapkan ujian tulis ini setelah saya mengirimkan berkas (yup, dari awal Mei) bahkan sebelum pengumuman seleksi berkas. Jadi memang harus sudah optimis lebih dulu dan berani gambling untuk mengalokasikan tenaga dan waktu untuk belajar meskipun tiket ujian tulis belum ada di tangan. 

     a)    Belajar soal soal tahun lalu 

Saya kemarin mendapatkan soal soal dari sini dan sini. Untuk soal di link kedua memang judulnya soal undergraduate, tapi soal bahasa Inggris untuk undergraduate dan research students itu tertulis sama. Jika teman teman memiliki refrensi lain, boleh dibagikan ke teman teman yang lain di kolom komentar!

Saya sejujurnya menyesal kenapa tidak belajar sejak awal untuk tes ini huhu, karena ternyata soalnya sangat tricky walaupun terlihat sederhana, terutama di bagian grammar. Setelah mencoba mengerjakan soal soal tahun lalu pun, skor yang saya dapat masih cukup memprihatinkan. Saya sempat down sendiri waktu itu, setelah mengetahui soalnya ternyata susah. Saya sempat melakukan panic buying dengan membeli beberapa buku grammar yang pada akhirnya tidak saya kerjakan sama sekali. Jadi, saya menggunakan soal soal tahun lalu untuk mengetahui kelemahan saya dimana, lalu dilatih dengan buku lain dengan soal latihan lebih banyak.

      b)    Belajar pakai website dan buku TOEFL Longman
Saya pada awalnya sempat bingung mau belajar dari mana supaya efektif, mengingat tanggal ujian sudah dekat. Akhirnya, saya menemukan keyword untuk mencari soal latihan sejenis dengan soal tes ujian tulisnya yaitu; sentence correcting practice atau sentence error practice. Menurut saya pada saat itu, soal reading bisa diusahakan dengan membaca lebih teliti, tapi kalau grammar, kalau gatau ya gatau beneran, jadi lebih banyak latihan di bagian grammar.

Seperti yang saya sebutkan di poin A, saya sempat melakukan panic buying dengan membeli beberapa buku grammar tebal yang pada akhirnya tidak saya kerjakan. Namun, menjelang hari H tes, saya baru sadar bahwa semua materi grammar di buku Longman cukup membantu. Maka, H-1 tanggal 6 Juni 2018, sejak siang sampai malam saya merangkum kembali semua materi grammar di buku Longman. Sekitar jam 10 saya tidur dan bangun saat sahur. Sehabis sahur saya kembali mengulang materi supaya tidak ngantuk.

Hari Pelaksanaan Ujian Tulis 

Ujian tulis pada saat itu dilaksanakan di Jakarta, Makassar, Denpasar dan Surabaya. Saya dan sekitar 120 peserta lainnya memilih tes di Jakarta, sisanya di kota lain. Biasanya, tes di Jakarta dilaksanakan di Pusat Studi Jepang UI, namun pada tahun itu dilaksanakan di Kedutaan. Tepatnya di hall lantai 2 jam 09:00 dan peserta diminta datang 30 menit lebih awal, yaitu jam 8:30.

Saya kebetulan jam 7:40 sudah sampai embassy, saya pikir masih sepi karena cukup awal dari jam 8:30. Ternyata di parkiran sudah mengantri banyak sekali peserta, mungkin 50an orang :”). 

Setelah duduk di parkiran sampai jam 8:20, akhirnya peserta diperbolehkan masuk ke dalam Embassy. Sebelum masuk ke hall, kita kembali di absen sambil menunjukkan KTP dan dipersilakan masuk ke ruang ujian lalu duduk sesuai dengan nomer ujian.
Menjelang jam 09:00 ujian dimulai dengan briefing dan pembacaan tata tertib. Isi peraturan yang menurut saya paling berbeda dari tes tes yang pernah saya lalui sebelumnya adalah mengenai tidak boleh adanya bunyi apapun selama ujian. Jadi hape wajib dimatikan (bukan dalam mode silent atau getar) dan jam digital atau device apapun yang bisa mengeluarkan bunyi wajib diletakkan di meja pengawas. Jika salah satu dari perangkat kita diketahui pengawas mengeluarkan bunyi, maka akan didiskualifikasi. Saya yang pada dasarnya parnoan langsung mencabut baterai hape untuk menjamin tidak adanya bunyi. Pada saat itu, di hall embassy pun tidak ada jam dinding, jadi mengerjakan tanpa melihat waktu :”) 

Saya pada saat itu sempat berpikir “tau gini bawa jam tangan analog, kan ga bunyi”, siapa tau boleh kan hahaha. Untuk teman teman yang mau tes di tahun mendatang, bisa ditanyakan ke pihak Embassy ya, siapa tahu boleh dan it would help a lot in time management.

Pengerjaan boleh menggunakan pensil atau pulpen pada saat itu, tapi supaya aman, saya pakai pensil. 

Ujian hari itu dilaksakanan 3 sesi kalau tidak salah ingat: Bahasa Inggris, Bahasa Jepang (2 sesi). 

Ujian Bahasa Inggris

Soal ujian Bahasa Inggris kemudian dibagikan, kita lalu diminta mengisi identitas di soal dan lembar jawaban (nama, kewarganegaraan dan nomer ujian). Kemudian kami dipersilakan mengerjakan soal, ternyata memang taihen

Berdasar pengalaman, saya kehilangan poin di soal bagian III saat latihan soal, yang mana merupakan soal mengenai paragraph error/mencari kalimat yang salah dalam sebuah paragraph, maka saya tidak mengerjakan soalnya secara urut I-II-III-IV-V tapi I-II-IV-V-III. Saya urutkan dari yang paling sederhana sampai ke yang paling rumit. Mengapa demikian? 

I : Choose the word or phrase that best completes each sentence!

Ini isian singkat yang pada dasarnya menguji vocabulary kita, jadi sedikit banyak masih bisa dikerjakan dengan cepat kalau kita terbiasa dengan istilah istilah dalam bahasa Inggris. Saya targetkan waktu itu mengerjakan 10 soal dalam 5 menit. 

II : Choose the word or phrase that best completes each sentence!

Masih isian singkat yang mirip dengan soal soal di bagian I, namun bagian ini yang diuji adalah lebih ke grammar, karena secara vocab semua pilihan memiliki konteks yang sama. Misal memilih antara at which, in which, which dan of which. Atau bingung memilih antara in time, in a time, by a time, dan by when. Di sini mulai keringat dingin guys. Saya masih targetkan mengerjakan 10 soal ini dalam 5 menit, walaupun ada beberapa yang saya kosongkan dahulu karena belum yakin dengan jawabannya.

III : In the following paragraphs, one of the underlined parts is grammatically incorrect. Choose the incorrect part.

Ini yang paling berat dan butuh konsentrasi yang tinggi. Kalau di TOEFL ITP, kita diminta mencari kesalahan grammar dalam sebuah kalimat, dalam ujian ini kita diminta mencari kesalahan dalam sebuah paragraf. Kalau dihitung secara matematis bebannya 4x lebih berat dari soal structure TOEFL ITP karena di TOEFL kita mencermati satu kalimat, di soal ini kita mencermati 4 kalimat dalam satu paragraph of 6-7 sentences untuk satu soal sajaaa. Saya alokasikan 20 menit untuk mengerjakan bagian ini dan saya letakkan di akhir. 

Kesalahan saya pada saat latihan adalah langsung mencoba membaca ke 4 kalimat yang digaris bawahi tanpa melihat paragraph secara utuh. Hal ini jangan sampai terjadi pada teman teman karena banyak kalimat yang secara grammar memang benar, tapi tidak nyambung atau tidak sesuai dengan konteks kalimat sebelumnya, maka kalimat tersebut bisa jadi merupakan incorrect part yang harus kita pilih.

Bagian ini adalah bagian yang paling merampok poin saya pada saat latihan soal, jadi saya sangat istimewakan bagian ini hahaha. 

IV : Choose the most suitable word or phrase from the list to fill each of the numbered blanks in the passage below.

Ini isian singkat dalam sebuah paragraf, berbeda dari poin I dan II yang merupakan isian singkat dari sebuah kalimat. Bagian ini bisa dikatakan cukup ringan kalau teman teman terbiasa membaca bahasa Inggris, karena bisa merasakan mana istilah yang familiar dan tidak familiar jika dimasukkan ke dalam paragraph. Saya alokasikan 5 menit untuk soal ini.

V (Part I&II) : Read the following passage and select the best answer for each question listed below it.

Ini mirip mirip dengan soal reading pada umumnya yang mana jawaban pada dasarnya sudah ada di dalam bacaan, tinggal keteilitian kita bisa menemukannya atau tidak. Maka 2 bagian ini saya alokasikan waktu sekitar 20 menit.

Jadi urutannya :


Bagian Soal
Alokasi Waktu (versi penulis)
Jumlah soal
I
5 menit
10 soal
II
5 menit
10 soal
IV
5 menit
10 soal
V-I
10 menit
5 soal
V-II
10 menit
5 soal
III
20 menit
10 soal
Total
55 menit
50 soal
Sisa waktu : 5 menit











Di atas saya menargetkan memiliki sisa waktu paling tidak 5-10 menit untuk memeriksa kembali dan memindah jawaban ke kertas ujian, karena waktu 60 menit itu all in, sudah termasuk waktu memindah jawaban ke kertas ujian. 

Setelah selesai mengerjakan soal tes Bahasa Inggris, kemudian lembar jawab beserta lembar soal langsung disubmit kembali ke pengawas. Kemudian pengawas memberikan soal bahasa Jepang. 

Ujian Bahasa Jepang

Setelah menerima soal dan lembar jawaban untuk bahasa Jepang, saya mengisi nama, kewarganegaraan dan nomer ujian. Kemudian, saya tidur sampai jadwal break satu jam setelahnya dimana peserta yang tidak bisa Bahasa Jepang boleh pulang.
Semua peserta wajib mengikuti ujian Bahasa Inggris dan Jepang, karena dari pihak MEXT menghendaki begitu. Sekalipun jawaban bahasa Jepang kita kosong, kita tetap wajib mengisi identitas di soal dan lembar jawaban yang diberikan. Lalu, kita harus menunggu sekitar satu jam pada saat ujian Bahasa Jepang sesi pertama, baru boleh keluar. Saya pun pada saat itu tidur saja, karena sejak sahur belum tidur hahaha.
Sebelum pulang, ibu ibu staff embassy mengatakan kita boleh melepas nomer ujian kita di meja ujian untuk kenang kenangan. Meskipun dengan nada setengah becanda, I did so dan kutempel di lemari kamar. 

Pengumuan Ujian Tulis : 2 Juli 2018
Hari itu saya sedang berada di tempat magang. Seperti biasa, saya sudah refresh refresh webpage kedutaan Jepang dari pagi sampai Maghrib. Sampai selesai solat Margib webpage Kedutaan belum berubah. Saya pun pamit dari tempat magang untuk bertemu salah seorang teman untuk mendiskusikan agenda beberapa dosen yang melibatkan kami. Kami janjian untuk bertemu di sebuah restoran fast food untuk mendiskusikan hal tersebut. Di kasir, saya sempatkan untuk membuka webpage Embassy dari hape. Ternyata pengumuan sudah diunggah. Saya coba download, tapi ternyata storage hape saya full. Instant anxiety attacked hahaha.

Akhirnya saya menumpang download pengumuman tersebut menggunakan hape teman saya tersebut. Alhamdulillah nomer ujian saya masih tertera. Teman saya memberi selamat, lalu saya segera menghubungi semua orang terdekat yang telah mendoakan dan mendukung, sekalian meminta didoakan lagi. Saya dapat jadwal ujian wawancara pada tanggal 18 Juli 2018 jam 08:30. 

Anyway, follow microblogku di instagram ya!

Quick links: 


Comments